investasi-sengon

Investasi Kavling Tanah Kebun Serta Tanaman Sengon dan Jabon

TENTANG PERKEBUNAN

PERKEBUNAN

Perkebunan awalnya merupakan Hutan Plasma milik Perhutani (PTPN VIII) yang bergerak dalam bidang perkebunan Kelapa Sawit sejak tahun 1970-an. Namun karena tanaman kelapa sawit umumnya hanya produktif hingga maksimum umur 20 tahun, maka pada tahun 1991, Hutan Plasma ini dikembalikan ke Rakyat.

Dasar Hukum pengembalian ke rakyat atau pemberian Hak Milik adalah Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Jawa Barat. Tanggal 26 Juni 1991. Nomor 520.1/20/KP/PIR/1991. Hutan Plasma Kelapa Sawit ini dikembalikan ke rakyat dengan harapan masyarakat sekitar bisa lebih produktif dan mampu menjalankan roda perekonomian di desanya.

Untuk menguatkan Surat Keputusan ini, pemerintah menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama masyarakat sekitar. 

 

 

                      Gambar 5. Fotocopy Salah Satu Halaman Sertifikat (SHM)

 

Gambar diatas merupakan fotocopy salah satu halaman sertifikat Hak Milik (SHM) yang menerangkan adanya peralihan Hak dari Perhutani ke Masyarakat sekitar.

Keterangan gambar diatas:

a. Penomoran Hak Milik di Desa Gunung Batu.

b. Nama Jalan/Persil, Blok Sampangjaha.

c. Asal Persil: Tanah Negara yang dialihkan menjadi Pemberian Hak Milik.

d. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Jawa Barat. yang menjadi dasar peralihan Hak.

e. Nomor dan Tanggal Surat Ukur, serta keterangan Luas Tanah "Lima Belas Ribu Seratus Meter Persegi".

f. Nama Pemegang Hak Milik (masyarakat sekitar).

g. Pengesahan Pembukuan Sertifikat.

h. Pengesahan Penerbitan Sertifikat.

i. Penunjuk Keterangan Lahan, Bekas Tanah Negara (Perhutani).

Buku Sertifikat (SHM) lebih lengkap dapat didownload disini 

 

PERATURAN PEMERINTAH DALAM PERIJINAN DAN ILLEGAL LOGGING

Kebutuhan kayu yang makin meningkat, berimbas pada maraknya penebangan liar di hutan alam atau biasa disebut illegal logging. Pemerintah dalam hal ini tidak tinggal diam, beberapa peraturan telah dikeluarkan untuk mencegah terus terjadinya illegal logging ini. Lalu bagaimana dengan investasi Perkebunan Sengon/Albaziah ini?

Pemerintah dalam hal ini telah menerbitkan PP No. 6 tahun 2007; yang inti isinya adalah mengenai HTR (Hutan Tanaman Rakyat). HTR ini merupakan langkah pemerintah untuk mendukung penanaman kembali hutan. Hutan yang ditanam kembali oleh rakyat dan memiliki nilai ekonomis, agar masyarakat sendiri juga dapat menikmati hasil buminya. Dalam peraturan ada yang dinamakan HTR pola mandiri, jenis HTR ini diberikan kebebasan untuk memilih tanaman dengan umur pendek sekitar 8 tahun dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta mudah dalam pemasarannya.

Jadi pada intinya, perkebunan Sengon/Albaziah ini mengikuti peraturan pemerintah, dimana kayu Sengon/Albaziah termasuk Kayu yang disarankan oleh Pemerintah untuk ditanam Rakyat, karena berumur pendek sekitar 3 s/d 5 tahun sudah dapat ditebang/panen. 

 

Members Area